Sumber Air Minum Berkualitas Bisa dari Mana Saja, Benarkah

Sumber Air Minum Berkualitas

Permintaan air minum yang tinggi menjadi indikasi positif akan sadarnya masyarakat betapa pentingnya menjaga cairan tubuh tetap terpenuhi. Kebutuhan air minum yang tepat akan memberikan efek positif, apalagi dengan air minum yang berkualitas.

Kebutuhan air minum berkualitas sendiri cukup sulit ditemukan dan diterapkan di beberapa tempat, seperti restoran atau warung makanan. Biasanya air rebusan menjadi alternatif bagi pemilik warung untuk menyajikan air putih secara gratis.

Tapi apakah langkah tersebut tepat?

Sesuai aturan Kepmenkes Nomor 907 Tahun 2002, Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum [1].

Apakah air minum yang tersedia memenuhi 5 syarat oleh Kemenkes RI? Ada setidaknya 5 syaratnya yaitu tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung mikroorganisme berbahaya, dan tidak mengandung logam berat [1].

Sumber Air Minum dari Air Hujan

Apakah air hujan aman untuk dikonsumsi langsung untuk tubuh? Karin Leder, Kepala Unit Penyakit dan Pakar Epidemiologi dari Monash University menyatakan bahwa meminum air hujan secara langsung tidak menunjukkan peningkatan resiko penyakit.

Namun air hujan sendiri memang memiliki sifat asam dengan kadar pH di atas rata-rata sekitar 5.6. Hal ini dikategorikan tidak berbahaya karena air minum sejatinya tidak memiliki pH yang netral [2].

Air hujan aman dikonsumsi namun akan lebih baik untuk direbus atau dipanaskan terlebih dahulu guna menghilangkan mikroorganisme berbahaya dari tubuh. Kebutuhan ini harus didasarkan pada letak atau sumber air hujan tersendiri.

Tidak disarankan minum air hujan dari lokasi yang tercemar seperti kawasan pabrik karena pengaruh pemindahan ke atmosfer melalui penguapan berasal dari air yang tercemar.

Ada baiknya minum air dari lokasi yang masih asri atau aman konsumsi seperti pedesaan di kaki pegunungan atau daerah dataran tinggi. Maka dari itu, daerah perkotaan sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi air hujan karena memiliki banyak masalah polusi [2].

Sumber Air Minum dari Air Tanah

Air tanah kerap menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air putih. Kandungannya sendiri cukup baik bila dipandang sebagai salah satu sumber air, namun apakah sehat?

Kontaminasi air merupakan lawan atau hal utama yang menjadi perhatian bagi mereka yang ingin meminum melalui sumber air tanah. Meski direbus atau dipanaskan, kontaminasi yang akan hilang hanya bakteri bukan unsur kimianya [3].

Ada kandungan timah di dalam air tanah yang bila dikonsumsi terus menerus dapat mengakibatkan penyakit Hipertensi, Banyak juga patogen yang berbahaya bagi tubuh dan hanya bisa dikonsumsi melalui biofiltrasi.

Biasanya air tanah akan memiliki bau yang menyengat, rasa yang getir dan kerap kali berwarna keruh.

Penggalian melalui sumur juga harus dibatasi, namun akan sia-sia bila jangkauan 250 meter sekitar sumber mata air memiliki sumber kontaminasi. Biasanya pabrik atau unsur tanah menjadi kendala utama ketika ingin memanfaatkan air tanah [3].

Sumber Air Minum dari Air Pegunungan

Air dari pegunungan kerap menjadi sumber ideal untuk konsumsi sehari-hari. Namun, dalam meminum air pegunungan juga perlu pengetahuan dan penelitian lebih lanjut.

Selain karena memiliki filtrasi alami dari bebatuan dan mineral alam, namun sumbernya harus tersedia terus menerus untuk waktu yang lama. Tidak boleh juga mengeksplorasi sumber air pegunungan dengan berlebihan karena berefek buruk bagi keberlangsungan mata air [4].

Khasiat dari air pegunungan juga tidak sedikit, seperti mineral alam yang membawa kandungan Kalsium, Kalium, Silica, Zinc, Magnesium dan kandungan bermanfaat lainnya untuk kesehatan organ tubuh [5].

AQUA membawa sumber mata air pegunungan yang sudah diolah hingga ke tangan konsumen. Lebih dari 45 tahun terpercaya membawa kebaikan di setiap tetesnya.

Selain itu proses pengolahan AQUA juga terdiri dari 9 kriteria, 5 tahapan seleksi dan 1 tahun penelitian oleh para ahli geologi dan geohidrologi guna menjaga kualitas air [6].

Tak lupa, AQUA juga melindungi ekosistem di sekitar sumber mata air. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi kealamian mineral dan keberlangsungan sumber air. Hal ini selaras dengan komunikasi baru AQUA, “Terlindungi Untuk Melindungi”.

Membawa manfaat di setiap tetes air merupakan visi AQUA untuk membawa gaya hidup yang sehat kepada para konsumen.

Karena AQUA percaya, Kesehatan Berawal Dari Sini.

Kamu sudah minum AQUA hari ini?

Referensi:

  1. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/apa-saja-syarat-syarat-air-minum
  2. http://www.pdamtirtabenteng.co.id/berita/apakah-air-hujan-aman-dikonsumsiini-jawabannya
  3. https://www.alodokter.com/air-tanah-dan-keamanannya-bagi-tubuh
  4. https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3373218/mana-lebih-aman-air-mineral-kemasan-atau-air-rebusan
  5. https://www.sehataqua.co.id/samakah-kandungan-air-mineral-dan-air-rebusan/
  6. https://www.sehataqua.co.id/cara-memilih-air-minum-terbaik-untuk-dikonsumsi-setiap-hari/

Related posts